WISATA KECAMATAN LORE TIMUR

WISATA KECAMATAN LORE TIMUR

Menu

CAGAR BUDAYA MEGALITIK WATULUMU

DESKRIPSI DAN PENGERTIAN CAGAR BUDAYA MEGALITIKUM WATULUMU

  Cagar Budaya Watulumu merupakan salah satu peninggalan bersejarah di Desa Tamadue, Wilayah Lembah Napu, Sulawesi Tengah. Masyarakat setempat menyebut Watulumu sebagai “lumbung batu”, karena bentuknya menyerupai peti besar yang terbuat dari batu. Namun, "Watu" adalah batu dan "Lumu" adalah peti mayat jadi, watulumu adalah peti mayat batu kuno yang digunakan masyarakat zaman dahulu sebagai tempat permandian jenazah.

    Cerita yang diwariskan secara turun-temurun. Masyarakat dahulu sering melakukan ritual di Pekasele, setelah selesai, mereka akan mengambil batu dari tempat tersebut dan membawanya ke Watulumu. Batu-batu itu kemudian diletakkan di dalam peti batu sebagai bagian dari upacara penghormatan kepada leluhur. Hal yang dianggap ajaib oleh masyarakat adalah bahwa Watulumu tidak pernah penuh, meskipun telah berkali-kali diisi dengan batu setiap kali upacara adat dilaksanakan. Fenomena ini menambah nilai mistis dan keunikan Watulumu bagi masyarakat sekitar.

    Peti batu Watulumu sendiri memiliki ukiran indah di bagian sisi-sisinya, salah satunya berupa ukiran wajah hewan, setelah dilakukan pengawasan dan pelestarian oleh pihak kebudayaan, kawasan Watulumu mulai dibersihkan dan dijaga agar tetap lestari. Tempat ini menjadi situs bersejarah yang tidak hanya menyimpan nilai arkeologis, tetapi juga menggambarkan kepercayaan, kearifan lokal dan spiritualitas masyarakat Napu di masa lampau. 

BENTUK CAGAR BUDAYA MEGALITIKUM WATULUMU

  Kalamba atau patung batu di situs Watulumu memiliki bentuk dan karakteristik yang sangat beragam, menunjukkan variasi fungsi dan makna simbolis yang kompleks. Sebagian besar kalamba di situs ini berbentuk seperti wadah atau tempayan besar yang dipahat dari batu tunggal, dengan ukuran yang bervariasi dari yang sedang hingga yang sangat besar dengan tinggi mencapai lebih dari dua meter dan diameter yang cukup lebar. Wadah-wadah batu ini memiliki dinding yang tebal dan kokoh, dengan ruang kosong di bagian dalamnya yang cukup besar. Mulut wadah biasanya cukup lebar dengan bibir yang menonjol dan menebal, dan beberapa di antaranya masih memiliki tutup batu terpisah yang juga dipahat dengan cermat untuk pas dengan mulut wadah. Permukaan luar kalamba umumnya halus hasil dari proses penghalusan yang teliti, meskipun beberapa menampilkan tekstur yang lebih kasar yang mungkin disengaja untuk tujuan estetis atau simbolis tertentu.  

X